MENGENAI
MBTI
Memahami diri sendiri
sebenarnya bukanlah hal yang
sulit. Bayangkan saja, ini kan
sesuatu tentang kita sendiri, berarti ‘mestinya’ kita yang
lebih tahu tentang diri kita,
daripada orang lain. Kita juga
yang paling tahu tentang
alasan kita melakukan
tindakan-tindakan tertentu. Hanya saja terkadang kita
mempertanyakan, “apakah
benar saya itu demikian?”
Kadang kita merasa kurang
percaya diri dalam menilai,
tapi ada kalanya juga kita jadi terlalu percaya diri dalam
menilai .
Ya, terkadang kita memang
membutuhkan cermin untuk
bisa menilai diri kita secara
obyektif. Cermin itu bisa berupa feedback dari orang
lain, maupun melalui alat
bantu lainnya, misalnya
dengan menggunakan tes/
kuesioner/survey, dll.
Tujuan utama tentunya untuk lebih memahami diri secara
obyektif. Disebut obyektif
karena orang yang
memberikan feedback
maupun hasil kuesioner tsb,
akan mengacu pada suatu standar tertentu, atau
membandingkannya dengan
populasi tertentu.
Mendengarkan feedback dari
orang lain maupun mengisi
kuesioner psikologi bisa memperkaya pemahaman
kita tentang diri sendiri. Kalau
pinjam istilahnya Johari
Window, hal ini ditujukan
untuk memperluas bagian
yang diketahui oleh diri sendiri.
Myers-Briggs Type Indicator™
(MBTI) dirancang untuk
menolong Anda untuk
memahami dengan lebih baik
minat dan gaya pengambilan keputusan Anda. MBTI
merupakan instrumen yang
dipakai secara meluas dalam
konseling, organisasi bisnis
dan keagamaan, dan lintas
budaya. MBTI berguna untuk
mengenali perilaku Anda
dalam memperoleh dan
memproses informasi,
mengambil keputusan, dan
cara Anda berhubungan dengan dunia. MBTI
membantu untuk mengenali
rangkaian pilihan atau
preferensi Anda. Pilihan-
pilihan perilaku ini memberi
pemahaman mendalam tentang gaya kepemimpinan,
gaya kerja, dan gaya
komunikasi Anda.
MBTI mengukur pilihan,
bukan kecakapan,
kemampuan atau pengembangan diri yang
dicapai. MBTI bersifat
deskriptif, bukan bersifat
menentukan. MBTI didasari
oleh orientasi kekal, bukan
penekanan yang bersifat sementara.
Aplikasi Praktis
• Memahami diri sendiri
• Memahami orang lain
• Menghargai perbedaan
• Pengembangan diri • Memilih karir
• Team building
• Penyelesaian konflik
• Memperbaiki komunikasi
MBTI tidak Mengukur
• Gangguan kejiwaan • Abnormalitas
• Emosi
• Trauma
• Daya Belajar
• Tingkat kedewasaan
• Penyakit • Intelegensia
MBTI Mengukur Preferensi
• Bagian keberadaan kita
• Tidak ada benar salah
• Tidak ada kurang – lebih
baik MBTI atau Myers-Briggs Type
Indicator sendiri merupakan
instrumen tes yang sangat
populer di kalangan pemerhati
kepribadian individu. MBTI
dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya
yang bernama Isabel Briggs
Myers (dari merekalah
kemudian nama MBTI berasal)
pada era Perang Dunia II
untuk membantu para pencari kerja menemukan tipe
pekerjaan yang paling cocok
untuk mereka : apakah
mereka cocok menjadi pilot,
manajer, dokter, atau bos
mafia? MBTI sendiri pada dasarnya
peta psikologis yang
bersandar pada empat dimensi
utama yang saling
berlawanan (dikotomis),
yakni : 1. Extrovert (E) vs. Introvert
(I). Ekstrovert artinya tipe
pribadi yang suka bergaul,
menyenangi interaksi sosial
dengan orang lain, dan
berfokus pada the world outside the self. Sebaliknya
tipe introvert adalah mereka
yang senang menyendiri,
reflektif, dan tidak begitu
suka bergaul dengan banyak
orang. Orang introvert lebih suka mengerjakan aktivitas
yang tidak banyak menutut
interaksi semisal membaca,
menulis, dan berpikir secara
imajinatif.
2. Sensing (S) vs. Intuitive (N). Tipe dikotomi kedua ini
melihat bagaimana seseorang
memproses data. Sensing
memproses data dengan cara
bersandar pada fakta yang
konkrit, factual facts, dan melihat data apa adanya.
Sensing adalah concrete
thinkers. Sementara tipe
intuitive memproses data
dengan melihat pola dan
impresi, serta melihat berbagai kemungkinan yang bisa
terjadi. Intutive adalah
abstract thinkers.
3. Thinking (T) vs. Feeling (F).
Tipe dikotomi yang ketiga ini
melihat bagiamana orang berproses mengambil
keputusan. Thinking adalah
mereka yang selalu
menggunakan logika dan
kekuatan analisa untuk
mengambil keputusan. Sementara feeling adalah
mereka yang melibatkan
perasaan, empati serta nilai-
nilai yang diyakini ketika
hendak mengambil
keputusan. 4. Judging (J) vs. Perceiving
(P). Tipe dikotomi yang
terakhir ini ingin melihat
derajat fleksibilitas seseorang.
Judging disini bukan berarti
judgemental (atau menghakimi). Judging disini
diartikan sebagai tipe orang
yang selalu bertumpu pada
rencana yang sistematis, serta
senantiasa berpikir dan
bertindak secara sekuensial (tidak melompat-lompat).
Sementara tipe perceiving
adalah mereka yang bersikap
fleksibel, adaptif, dan
bertindak secara random
untuk melihat beragam peluang yang muncul.
Dalam MBTI, ada 4 dikotomi
mengenai aspek-aspek yang
mempengaruhi perilaku
seseorang, yaitu:
1. Bagaimana/dari mana seseorang memperoleh energi;
apakah dari luar diri
(extravert/E), atau dari dalam
diri (introvert/I).
2. Bagaimana seseorang
mendapatkan informasi; apakah melalui panca indra
(sensing/S) atau imajinasi
(intuiting/N),
3. Bagaimana seseorang
membuat keputusan; apakah
berdasarkan pemikiran (thinking/T) atau perasaan
(feeling/F),
4. Bagaimana orientasi
kehidupan seseorang; apakah
dengan menilai (judging/J)
atau dengan memahami (perceiving/P). sendiri, berarti ‘mestinya’ kita yang
lebih tahu tentang diri kita,
daripada orang lain. Kita juga
yang paling tahu tentang
alasan kita melakukan
tindakan-tindakan tertentu. Hanya saja terkadang kita
mempertanyakan, “apakah
benar saya itu demikian?”
Kadang kita merasa kurang
percaya diri dalam menilai,
tapi ada kalanya juga kita jadi terlalu percaya diri dalam
menilai .
Ya, terkadang kita memang
membutuhkan cermin untuk
bisa menilai diri kita secara
obyektif. Cermin itu bisa berupa feedback dari orang
lain, maupun melalui alat
bantu lainnya, misalnya
dengan menggunakan tes/
kuesioner/survey, dll.
Tujuan utama tentunya untuk lebih memahami diri secara
obyektif. Disebut obyektif
karena orang yang
memberikan feedback
maupun hasil kuesioner tsb,
akan mengacu pada suatu standar tertentu, atau
membandingkannya dengan
populasi tertentu.
Mendengarkan feedback dari
orang lain maupun mengisi
kuesioner psikologi bisa memperkaya pemahaman
kita tentang diri sendiri. Kalau
pinjam istilahnya Johari
Window, hal ini ditujukan
untuk memperluas bagian
yang diketahui oleh diri sendiri.
Myers-Briggs Type Indicator™
(MBTI) dirancang untuk
menolong Anda untuk
memahami dengan lebih baik
minat dan gaya pengambilan keputusan Anda. MBTI
merupakan instrumen yang
dipakai secara meluas dalam
konseling, organisasi bisnis
dan keagamaan, dan lintas
budaya. MBTI berguna untuk
mengenali perilaku Anda
dalam memperoleh dan
memproses informasi,
mengambil keputusan, dan
cara Anda berhubungan dengan dunia. MBTI
membantu untuk mengenali
rangkaian pilihan atau
preferensi Anda. Pilihan-
pilihan perilaku ini memberi
pemahaman mendalam tentang gaya kepemimpinan,
gaya kerja, dan gaya
komunikasi Anda.
MBTI mengukur pilihan,
bukan kecakapan,
kemampuan atau pengembangan diri yang
dicapai. MBTI bersifat
deskriptif, bukan bersifat
menentukan. MBTI didasari
oleh orientasi kekal, bukan
penekanan yang bersifat sementara.
Aplikasi Praktis
• Memahami diri sendiri
• Memahami orang lain
• Menghargai perbedaan
• Pengembangan diri • Memilih karir
• Team building
• Penyelesaian konflik
• Memperbaiki komunikasi
MBTI tidak Mengukur
• Gangguan kejiwaan • Abnormalitas
• Emosi
• Trauma
• Daya Belajar
• Tingkat kedewasaan
• Penyakit • Intelegensia
MBTI Mengukur Preferensi
• Bagian keberadaan kita
• Tidak ada benar salah
• Tidak ada kurang – lebih
baik MBTI atau Myers-Briggs Type
Indicator sendiri merupakan
instrumen tes yang sangat
populer di kalangan pemerhati
kepribadian individu. MBTI
dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya
yang bernama Isabel Briggs
Myers (dari merekalah
kemudian nama MBTI berasal)
pada era Perang Dunia II
untuk membantu para pencari kerja menemukan tipe
pekerjaan yang paling cocok
untuk mereka : apakah
mereka cocok menjadi pilot,
manajer, dokter, atau bos
mafia? MBTI sendiri pada dasarnya
peta psikologis yang
bersandar pada empat dimensi
utama yang saling
berlawanan (dikotomis),
yakni : 1. Extrovert (E) vs. Introvert
(I). Ekstrovert artinya tipe
pribadi yang suka bergaul,
menyenangi interaksi sosial
dengan orang lain, dan
berfokus pada the world outside the self. Sebaliknya
tipe introvert adalah mereka
yang senang menyendiri,
reflektif, dan tidak begitu
suka bergaul dengan banyak
orang. Orang introvert lebih suka mengerjakan aktivitas
yang tidak banyak menutut
interaksi semisal membaca,
menulis, dan berpikir secara
imajinatif.
2. Sensing (S) vs. Intuitive (N). Tipe dikotomi kedua ini
melihat bagaimana seseorang
memproses data. Sensing
memproses data dengan cara
bersandar pada fakta yang
konkrit, factual facts, dan melihat data apa adanya.
Sensing adalah concrete
thinkers. Sementara tipe
intuitive memproses data
dengan melihat pola dan
impresi, serta melihat berbagai kemungkinan yang bisa
terjadi. Intutive adalah
abstract thinkers.
3. Thinking (T) vs. Feeling (F).
Tipe dikotomi yang ketiga ini
melihat bagiamana orang berproses mengambil
keputusan. Thinking adalah
mereka yang selalu
menggunakan logika dan
kekuatan analisa untuk
mengambil keputusan. Sementara feeling adalah
mereka yang melibatkan
perasaan, empati serta nilai-
nilai yang diyakini ketika
hendak mengambil
keputusan. 4. Judging (J) vs. Perceiving
(P). Tipe dikotomi yang
terakhir ini ingin melihat
derajat fleksibilitas seseorang.
Judging disini bukan berarti
judgemental (atau menghakimi). Judging disini
diartikan sebagai tipe orang
yang selalu bertumpu pada
rencana yang sistematis, serta
senantiasa berpikir dan
bertindak secara sekuensial (tidak melompat-lompat).
Sementara tipe perceiving
adalah mereka yang bersikap
fleksibel, adaptif, dan
bertindak secara random
untuk melihat beragam peluang yang muncul.
Dalam MBTI, ada 4 dikotomi
mengenai aspek-aspek yang
mempengaruhi perilaku
seseorang, yaitu:
1. Bagaimana/dari mana seseorang memperoleh energi;
apakah dari luar diri
(extravert/E), atau dari dalam
diri (introvert/I).
2. Bagaimana seseorang
mendapatkan informasi; apakah melalui panca indra
(sensing/S) atau imajinasi
(intuiting/N),
3. Bagaimana seseorang
membuat keputusan; apakah
berdasarkan pemikiran (thinking/T) atau perasaan
(feeling/F),
4. Bagaimana orientasi
kehidupan seseorang; apakah
dengan menilai (judging/J)
atau dengan memahami (perceiving/P).
※探そう 夢のカケラ拾い集め 切なくても 今なら探せるだろう めくるめく 毎日の形変えて 切なくても 確かな今を感じよう※ 見かけよりも単純で だけど伝えきれなくて
Saya
- SILENCESKIP
- Madiun, East Java, Indonesia
- 誕生日:12/12 血液型:O Rh+ I absolutely don't care about what happening now, in the end.. I'm the one who still standing and laugh! Hahaha щ(`▽´щ)
Rabu, 28 September 2011
Minggu, 18 September 2011
Sun'z Up lyric
Sansan to furisosogu
Taiyou wo se ni shite Kattobashite Kokyuu wa tomenai
Joujou sa Feel so so good Zenzen ki ni nannai Shigunaru ga aka ni kawatte mo
What the hell
Toomawari nante shinai Piece of cake
Kassouro wa dokomade mo Tsudzuiteru kara
Yokei na moyamoya mo Kono fukyouwaon mo uta
utatte kechirashite shimae Kaze wo oikoseba
Kotoba wa chuu ni mau Kasoku suru mugen no kanata
Don't look back
The sun is up
He'll always love Forever Daijoubu sa sora wa hareteru
kara Dou se dame nante
Dou datte ii nante
Sore ga nanka mono tarinai ki
mo surunda yo
Kono monogatari no endingu
wo minakya
Owarenai yo Kawaranai yo Yokei na moyamoya mo Kono fukyouwaon mo uta
utatte kechirashite shimae Kimi no oogoe to boku no
oogoe de Saa wa ni natte Nara se nara se te wo
Don't look back
The sun is up
He'll always love Forever Daijoubu sa sora wa hareteru
kara
What the hell
Toomawari nante shinai Piece of cake
Tada mae wo tada mae wo Mite sa
What the hell
Chotto kurai no shippai ya
fuan ga atte mo
Don't look back
The sun is up
He'll always love Forever Daijoubu sa bokura wa hitori
janai Yokei na moyamoya mo Kono fukyouwaon mo uta
utatte kechirashite shimae Kaze wo oikoseba Kotoba wa chuu ni mau Kasoku suru mugen no kanata
Don't look back
The sun is up
He'll always love Forever Daijoubu sa bokura wa hitori
janai
Don't be shy
The sky is blue
He'll always love Forever Ginga no hate made koe wo
todokeyou
Taiyou wo se ni shite Kattobashite Kokyuu wa tomenai
Joujou sa Feel so so good Zenzen ki ni nannai Shigunaru ga aka ni kawatte mo
What the hell
Toomawari nante shinai Piece of cake
Kassouro wa dokomade mo Tsudzuiteru kara
Yokei na moyamoya mo Kono fukyouwaon mo uta
utatte kechirashite shimae Kaze wo oikoseba
Kotoba wa chuu ni mau Kasoku suru mugen no kanata
Don't look back
The sun is up
He'll always love Forever Daijoubu sa sora wa hareteru
kara Dou se dame nante
Dou datte ii nante
Sore ga nanka mono tarinai ki
mo surunda yo
Kono monogatari no endingu
wo minakya
Owarenai yo Kawaranai yo Yokei na moyamoya mo Kono fukyouwaon mo uta
utatte kechirashite shimae Kimi no oogoe to boku no
oogoe de Saa wa ni natte Nara se nara se te wo
Don't look back
The sun is up
He'll always love Forever Daijoubu sa sora wa hareteru
kara
What the hell
Toomawari nante shinai Piece of cake
Tada mae wo tada mae wo Mite sa
What the hell
Chotto kurai no shippai ya
fuan ga atte mo
Don't look back
The sun is up
He'll always love Forever Daijoubu sa bokura wa hitori
janai Yokei na moyamoya mo Kono fukyouwaon mo uta
utatte kechirashite shimae Kaze wo oikoseba Kotoba wa chuu ni mau Kasoku suru mugen no kanata
Don't look back
The sun is up
He'll always love Forever Daijoubu sa bokura wa hitori
janai
Don't be shy
The sky is blue
He'll always love Forever Ginga no hate made koe wo
todokeyou
Langganan:
Postingan (Atom)
Pengikut
Arsip Blog
- April 2012 (1)
- Desember 2011 (2)
- September 2011 (2)
- Agustus 2011 (1)
- Juni 2011 (1)
- Mei 2011 (4)
- Maret 2011 (8)
- Februari 2011 (6)
- Januari 2011 (1)
- Desember 2010 (9)
- Oktober 2010 (3)
- Agustus 2010 (4)
- Juli 2010 (1)